[Jakarta-KIC]Kerja keras Rekson Sitorus laki-laki Kelahiran Medan yang bertubuh tambun ini nampak nya tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang manis,bagi keluarga dan orang-orang sekitarnya,juga para pemulung yang mengais rizki dari tumpukan sampah.Meskipun demikian tidak membuatnya menjadi sombong dan takabur.Gagal menjadi seorang pelaut tidak membuat dirinya putus asa.Dan kini menjadi pengelola sampah yang sukses,di daerah Bekasi.
Rekson Sitorus Direktur PT Godang Tua Jaya melakukan terobosan baru menyulap Tempat pembuangan sampah Bantar Gebang menjadi bukit hijau yang ditumbuhi pohon.Tempat Pembuangan Sampah Terapadu (TPST) Bantar Gebang selain pernah di kunjungi Oleh Wapres Pada Maret 2010,juga pernah di pakai Kampanye Akbar oleh Calon Presiden Megawati Soekarno Putri pada saat pilpres tahun 2009,Saat itu tumpukan sampah tidak terlihat dan tidak tercium bau sampah yang menyengat.Pembuangan sampah Bantar Gebang dulunya adalah sumber tanah urukan untuk proyek pembangunan perumahan di Podomoro Kelapa Gading Sunter.Selain itu TPST Bantar Gebang juga pernah dikunjungi beberapa Menteri seperti Menteri Pendidikan,Menteri Agama,Menteri Kesehatan,Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi,Menkokesra dan Gubernur Jawa Barat.
Zona satu kawasan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Kota Bekasi, yang awalnya merupakan gunungan sampah kini sudah berubah menjadi bukit hijau yang ditumbuhi pohon.PT Godang Tua Jaya (GTJ), perusahaan yang ditunjuk oleh Pemprov DKI mengelola sampah warga Jakarta.Rekson Sitorus mengaku, awalnya memang kesulitan untuk menghijaukan areal pembuangan sampah yang luasnya mencapai hampir 150 hektar itu. Pasalnya kata Rekson Siturus Dirut PT GTJ tak semua tanaman cocok dengan kondisi tanah.
Rekson mengatakan, kondisi tanah yang berasal dari sampah tidak bisa langsung ditanami pohon. “Air sampah yang mengalir malah membuat pohon mati karena air sampah mengandung limbah dan tidak cocok dengan tanaman,” katanya.PT GTJ sendiri sebenarnya sudah menyiapkan 2 juta pohon untuk ditanam yang kini masih berada di lokasi pembibitan dekat TPST. “Kami memang ada kewajiban membuat buffer zona untuk lokasi penghijauan. Ini sebenarnya sudah kami lakukan hanya menggunakan lahan yang panjang dan tidak berupa bidang tanah luas karena kondisi tanah yang belum siap ditanami,” tuturnya.
Di area TPST Bantar Gebang, PT GTJ sendiri telah menanam beragam jenis pohon, antara lain albasia (sengon), akasia, trembesi dan jabon.Ketika KIC berkunjung ke sekitar lokasi TPST, ternyata PT GTJ tidak hanya menghijaukan area TPST tetapi juga giat menanam bibit pohon penghijauan untuk menghijaukan lingkungan sekitar TPST Bantar Gebang atau buffer zone.
Salah satu area buffer zone yang dihijaukan dan menjadi fasilitas umum yaitu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cisalak Sumur Batu dengan luas sekitar 1 hektar. Proyek penghijauan buffer zone itu meliputi wilayah tiga kelurahan yaitu kelurahan Cikiwul, Ciketing Udik dan Sumur Batu.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Dinas Kebersihan DKI sebagai leading sector pengelolaan sampah DKI Jakarta.Eko menjelasakan bahwa dirinya akan segera melakukan audit lingkungan di TPST Bantar Gebang tahun 2012 ini. “Audit lingkungan diperlukan untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut,”ungkap Eko.(Hesty/HT)






